Peranan Pelayanan Museum dalam Mempromosikan Sejarah dan Objek Wisata terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Museum SSBA Tanjung Pinang

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Zahara Fatimah

Abstract

Regional Revenue (PAD) will develop with the maximum service and facilities provided. The sources that support it are always a problem when regional autonomy is always developing. Museums as part of Tourism play a very important and strategic role for the national economy, as evidenced by national income, regional income and foreign exchange. In addition, tourism is also designated as one of the non-renewable substitute commodities, such as oil and mining. In order to optimize the role of the Museum, it is very necessary and urgent to establish a conceptual tourism development mechanism that can be used as a guide in determining the direction, goals, objectives, and strategies for tourism development in Indonesia.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
FatimahZ. (2021) “Peranan Pelayanan Museum dalam Mempromosikan Sejarah dan Objek Wisata terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Museum SSBA Tanjung Pinang”, VITKA Jurnal Manajemen Pariwisata, 3(01). Available at: http://journal.btp.ac.id/index.php/vitka/article/view/67 (Accessed: 21May2022).

References

  1. Brahmanto, Erlangga., Hermawan, Hary., Hamzah, Faizal. Strategi Pengembangan Kampung Bata Malakasari Sebagai Daya Tarik Wisata Minat Khusus. Bandung: AKPAR BSI Bandung
  2. Darmawan, D.H. dan Yunanto, A. (2016) Peluang Pariwisata dalam Menurunkan Kemiskinan di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jurnal Riset Ekonomi dan Manejemen, Vol. 16, No. 2, Hal. 199-213
  3. Dwi Suhartanto. 2008.PerilakuKonsumen (Tinjauan Aplikasi di Indonesia). Penerbit: Guardaya intimarta. Bandung.
  4. Abdullah, Rozali, 2000, Pelaksanaan Otonomi Luas dan Isu Federalisme Sebagai Suatu Alternatif, Rajawali Press, Jakarta.Davey, K.J, 1989
  5. Darwin. (2010). Pajak Daerah & Retribusi Daerah. Edisi Pertama. Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta
  6. Pembiayaan Pemerintahan Daerah, UI Press, Jakarta.Budiarto, Eka, 1993,
  7. Menggebrak Dunia Pariwisata, Puspaswara, Jakarta.Devas, Nick, 1989,et al., penerjemah : Masri Moris,Keuangan Pemerintah Daerah di Indonesia, Jakarta : Universitas Indonesia (UI Press). Dirjen Parpostel, 1989,
  8. Pariwisata Tanah Air Indonesia ,Jakarta.Goendang, C, 1982,Garis – garis Ilmu Keuangan Negara, Jakarta : Ghalia Indonesia. Ichsan, Much dan Ratih Nur Pratiwi, 1989,
  9. Pokok-pokok Administrasi Keuangan Daerah.Malang :FIA Universitas Brawijaya.Kaho, Josef Riwu, 1991,
  10. Prospek Otonomi Daerah di Indonesia ( Indonesia (Identifikasi Beberapafaktor yang mempengaruhi Penyelenggaraanya), Jakarta : Raja Grafindo Persada. Karyono, Hari A, 1997,
  11. Kepariwisataan Indonesia, PT. Gramedia Widiasarana, Jakarta. Kritiadi, Murti Suwarni, 1985,
  12. Tolak Ukur Mengevaluasi Perkembangan Pariwisata,Jakarta.Koentjaraningrat, 1991,
  13. Metodologi Penelitian Masyarakat,Jakarta, Gramedia Pustaka Utama. Kusmayadi , Ir dan Ir. Endar Sugiarto, MM, 2000,
  14. Siahaan, Marihot. (2006). Pajak Daerah & Realisasi Daerah. Edisi 1-2. PT. Raja Grafindo, Jakarta.
  15. Memah, E. (2013). Efektivitas dan Kontribusi Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran terhadap PAD Kota Manado. ISSN 2303-1174, 1(3), 2007–2011. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.04
  16. Rahardja adisasmita, Pembiayaan Pembangunan Daerah,Graha,Yogyakarta,2011.h.87 12Ibid 13Ibid.h.90.